11 June 2019 / Renungan Harian

HIDUP DENGAN PIKIRAN KRISTUS


media

HIDUP DENGAN PIKIRAN KRISTUS
1 Korintus 2:12-16

… kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. (1Kor. 2:13)

Seorang keluarga pengungsi asal Suriah di Jerman memberi nama Angela Merkel Muhammed untuk anak perempuannya yang baru lahir. Nama ini dipilih sebagai bentuk terima kasih kepada kanselir Jerman Angela Merkel. Mereka berterima kasih kepada Merkel atas kebijakan open-door asylum policy atau kebijakan membuka pintu bagi para pencari suaka. Di tengah hujan kritik di Jerman terhadap kebijakan Angela Merkel, muncul kebahagiaan yang mewarnai kehidupan para pengungsi Suriah. Mengapa kebijakan itu banyak dikritik? Semua itu karena kekhawatiran masuknya teroris melalui gelombang pengungsian. Namun, Merkel melihat kemanusiaan di atas segalanya, melampaui ketakutan terhadap teroris (Citra Dewi,Liputan6.com).

Hidup dengan pikiran Kristus bagi seorang Kristen adalah sebuah keharusan. Namun, mengenali dan mendapatkan pikiran Kristus tidaklah mudah. Beruntunglah kita sebab Allah mengaruniakan Roh-Nya pada kita (ay. 13). Roh itu menyadarkan kita tentang karunia-karunia yang Tuhan berikan pada kita. Kadang keputusan kita dianggap sebuah kebodohan oleh dunia. Seperti yang dialami Angela Merkel di atas. Bagi para pengkritiknya keputusan menampung pengungsi adalah sebuah kebodohan. Namun, di sisi lain, keputusan itu membuahkan sukacita dan rasa syukur.

Kita dipanggil berani pro terhadap pikiran Kristus. Menunjukkan tindakan konkret yang membuat diri sendiri dan orang lain hidup bersukacita dan penuh rasa syukur. Tidak selalu hal yang besar. Bisa juga dengan tindakan sederhana seperti “menyapa” orang lain.

DOA:

Allah Bapa yang penuh kasih karunia, berilah kami pikiran Kristus. Amin.

Mzm. 48; Yeh. 11:14-25; 1Kor. 2:12-16

Latest ARTICLE