28 March 2017 / Renungan Harian

Hidup Menurut Standar ALLAH


media

Hidup Menurut Standar ALLAH

Kolose 1:9-14

...supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna... (Kol.1:9)

Doa Paulus memperlihatkan kepada kita bagaimana seharusnya hidup menurut standar Allah. Pertama, "layak dihadapan-Nya...dalam segala hal" (ay.10). Keseluruhan hidup seorang Kristen haruslah layak di hadapan Tuhan. Kita tidak boleh hidup sesuka hati kita.

Kedua, "memberi buah" (ay.10). Hidup seharusnya memberi buah. Itu berarti ada karya yang dirasakan oleh orang di sekitar kita. Tukang sayur pun dapat "memberi buah" ketika ia melayani pelanggannya dengan harga wajar.

Ketiga, "menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar" (ay.11). Pada kenyataannya, setiap orang Kristen tak lepas dari penderitaan sebagai Kristen. Misalnya, ketika kita mengerjakan tugas kita sesuai dengan nilai-nilai Kristen, bisa jadi ada orang yang menganggap kita sedang "sok suci". Nah, apakah kita tetap konsisten?

Keempat, "mengucap syukur" (ay.12). Kenyataannya, kebanyakan orang lebih suka mengeluh. Semuanya dikeluhkan, mulai dari anak sakit-sakitan, istri cerewet, pekerjaan menumpuk, gaji yang tidak naik, hingga kinerja pemerintah yang tidak kunjung baik. Kalau memang demikian, apakah kita bisa tetap bersyukur untuk semua hal itu. Bagaiamanapun, keluhan tidak akan mengubah apa pun. Ucapan syukur mendorong kita melihat sisi positif dan melihat semuanya itu secara wajar. Dalam keempat hal itu, kita semua butuh "hikmat Allah" (ay.9). Karena itu, mari kita memintanya!

 


Refleksi:

Butuh hikmat Allah untuk hidup menurut standar Allah.

 

Mzm.146; Yes.42:14-21; Kol.1:9-14

Latest ARTICLE