02 January 2018 / Renungan Harian

Hikmat ALLAH Membawa Damai Sejahtera


media

Hikmat ALLAH Membawa Damai Sejahtera

Yakobus 3:13-18

Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. (Yak. 3:17)

 

Renungan kemarin mengajak kita untuk menjadi manusia ciptaan baru yang sesuai dengan visi langit dan bumi yang baru. Hari ini, Yakobus mengajak kita untuk hidup dengan pedoman hikmat yang dari atas. Apa artinya?

Yakobus menolong kita memberikan jembatan antara konsep rumit tentang hikmat dengan kehidupan praktis sehari-hari. Hikmat itu bukan sekedar konsep dan pengetahuan, melainkan juga sesuatu yang nyata dan terlihat dalam perilaku sehari-hari.

Ada dua jenis hikmat, yaitu hikmat dari dunia dan hikmat dari Allah. Keduanya menghasilkan perilaku hidup yang berbeda. Mereka yang menyepelekan hikmat dari Allah akan terus dikuasai oleh perasaan iri hati, pementingan diri sendiri, congkak, dan berdusta melawan kebenaran (ay. 14). Sebaliknya, setiap orang yang hidup berdasarkan hikmat dari Allah akan hidup dalam kedamaian, jauh dari perselisihan, ramah terhadap orang lain, menghasilkan buah-buah kebajikan, tidak memihak, dan tidak munafik (ay. 17).

Di sinilah Yakobus menolong kita untuk menjadi manusia ciptaan baru yang menghadirkan damai sejahtera. Ketika kita hidup berpedoman pada hikmat Allah, kita akan menjadi sosok pembawa damai dan pelaku kebajikan yang jauh dari perselisihan. Dengan demikian, damai sejahtera akan terwujud. 

 


Refleksi:

Hidup yang sesuai dengan hikmat Allah adalah hidup yang mendatangkan damai sejahtera.

 

Mzm. 148; Ams. 1:1-7; Yak. 3:13-18

Latest ARTICLE