31 July 2017 / Renungan Harian

Hikmat yang Datang Dari ALLAH


media

Hikmat yang Datang Dari ALLAH

Yakobus 3:13-18

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yak. 3:16)

Akibat iri hati dan pementingan diri sendiri dari sejumlah orang dalam kehidupan bangsa dan negara kita, proses pembangunan serta kehidupan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera menjadi sulit diraih. Iri hati dan pementingan diri sendiri menjadi pemicu rusaknya kehidupan bersama bangsa dan negara kita.

Yakobus menunjukan bahwa malapetaka besar dapat terjadi dalam hubungan antar sesama karena "iri hati dan mementingkan diri sendiri". Terlebih lagi, jika hal itu disertai dengan pemegahan diri dan dusta, maka buahnya adalah kekacauan. Orang-orang yang demikian lebih suka mencari kesalahan dengan mengaitkannya pada perbedaan agama, suku, golongan, dan perbedaan sikap politik. Yakobus berkata bahwa masalahnya adalah dari nafsu manusia dan dari setan-setan (ay.15). Itulah yang membuat banyak orang jatuh dalam dosa. Iri hati dan pementingan diri akan merusak kehidupan diri sendiri dan kehidupan bersama karena keduanya akan menimbulkan kekacauan dan berbagai macam perbuatan jahat.

Masalahnya, bagaimana kita dapat diajuhkan dari dosa iri hati dan pementingan diri sendiri? Kita harus memohon hikmat dari Allah - hikmat yang murni, penuh kedamaian, peramah, penurut, bersedia berkorban, dan penuh kebaikan serta belas kasihan. Itulah yang menandai awal suatu keselarasan dan bukan kekacauan.

 


Refleksi:

Hikmat Allah mampu mencegah kekacauan yang disebabkan oleh iri hati dan kepentingan diri sendiri.

 

Mzm. 119:121-128; 1Raj. 3:16-28; Yak. 3:13-18

Latest ARTICLE