06 May 2017 / Renungan Harian

Hilangkan Prasangka


media

Hilangkan Prasangka

Lukas 15:1-7

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat... (Luk. 15:1-2)

Bagaimana sikap masyarakat terhadap orang yang berdosa? Mungkin ada yang mencaci maki, merasa jijik, menjauhi, atau menggosipkannya. Lantas, bagaimana kalau orang tersebut bertobat? Apakah orang lain akan segera memeluk dan menerimanya? Ternyata tidak semudah itu. Umumnya orang meragukan niat baik atau pertobatan seseorang. Orang kurang percaya terhadap perubahan baik pada orang tersebut.

Hal yang sama juga dialami oleh para pemungut cukai dan orang-orang berdosa yang diceritakan di Lukas pasal 15 ini. Mereka mau datang kepada Yesus untuk mendengarkan-Nya. Hal itu terjadi berulang kali sehingga dikatakan "biasanya" (ay. 1). Dengan kata lain, mereka memiliki keinginan kuat untuk bertobat dan berubah. Namun, keinginan mereka itu ternyata mendatangkan reaksi negatif dari orang Farisi dan ahli Taurat yang sebenarnya tahu tentang ajaran kasih. Alih-alih bersyukur dan merangkul orang berdosa, mereka mencibir dan menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Yesus.

Melalui pengajaran-Nya, Tuhan Yesus mengajak kita menghilangkan prasangka terhadap orang berdosa yang mau bertobat. Yesus mengajak kita untuk menerima mereka dengan penuh sukacita. Bahkan, kita seharusnya justru memberi prioritas dalam "mencari dan menemukan" mereka. Kekhawatiran akan kambuhnya "penyakit" mereka hanya bisa kita serahkan kepada Tuhan.

 


Refleksi:

Prasangka adalah penghalang kasih. Oleh karena itu, hilangkan prasangka dan lakukanlah kasih.

 

Mzm. 23; Yeh. 34:1-16; Luk. 15:1-7

Latest ARTICLE