19 September 2018 / Renungan Harian

Hukuman Tuhan Atas Bangsa Yang Sombong


media

Hukuman Tuhan Atas Bangsa Yang Sombong
Yesaya 10:12-20

Tetapi pada waktu itu sisa orang Israel dan orang yang terluput di antara kaum keturunan Yakub, tidak akan bersandar lagi kepada yang mengalahkannya, tetapi akan bersandar kepada TUHAN …. (Yes. 10:20)

Seorang pengusaha sukses dan kaya raya suatu hari mengatakan kepada temannya, “Lihat, karena kerja keraskulah aku menjadi sukses dan kaya raya seperti sekarang!” Temannya berkata lirih sambil menepuk bahu si pengusaha sukses itu, “Bukan temanku, semua itu karena berkat dan kasih karunia Tuhan.”

Semula, bangsa Asyur dipakai Tuhan untuk mendidik bangsa Israel agar mereka berbalik dari jalan-jalannya yang salah. Namun di kemudian hari, Asyur menjadi sombong dan tinggi hati. Asyur merasa bahwa dirinya menjadi kuat, semakin besar, semakin kaya raya karena upayanya sendiri. Raja Asyur mengatakan di dalam kesombongannya, “Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi …” (Yes. 10:13). Padahal Asyur dapat menjadi besar karena Tuhan sendiri yang berkenan memakainya untuk maksud dan rencana-Nya sendiri. Karena keangkuhan Asyur, maka Tuhan pun mengikhtiarkan kehancuran Asyur di masa mendatang (Yes. 10:15-19). Sementara itu, sisa-sisa orang Israel yang telah bertobat akan dipulihkan. Mereka tidak lagi akan bersandar kepada musuh-musuhnya yang telah mengalahkan mereka, melainkan bersandar hanya kepada Tuhan (Yes. 10:20).

Segala bentuk kesombongan tidak diperkenan Tuhan. Sebaliknya, orang yang rendah hati dan mengakui kebesaran Tuhan akan diperkenan-Nya.


REFLEKSI:
Kerap kali kejatuhan seseorang berawal dari kesombongan.

Mzm. 119:169-176; Yes. 10:12-20; Yoh. 7:25-36

Latest ARTICLE