18 September 2017 / Renungan Harian

Iman yang Operasional


media

Iman yang Operasional

Ibrani 11:23-29

Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. (Ibr. 11:27)

Dikotomi antara iman dan perbuatan adalah sebuah kesalahan. Jika kita beriman, maka iman itu harusnya terwujud dalam sebuah tindakan. Tidak mungkin seorang yang beriman berbuat sesuatu tanpa bersumber dari imannya. Iman yang tinggal sebagai iman dalam hati pribadi tidak akan pernah menjadi manfaat dan kesaksian yang indah bila tidak terwujud dalam tindakan.

Penulis Surat Ibrani memaparkan tokoh-tokoh iman yang bertindak dengan luar biasa justru karena imannya yang hidup. Segala perbuatan mereka selalu memiliki referensi atau keterkaitan dengan iman mereka. Demikian halnya dengan Musa yang dibicarakan dalam bacaaan Alkitab hari ini. Setiap tindakan yang dilakukan Musa adalah buah imannya kepada Allah. Perbuatan berdasarkan imannya itu membuat Musa berani untuk menerima tanggung jawab memimpin sebuah bangsa besar keluar dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian. Iman  Musa mewujud dalam tindakan nyata.

Bagaimana dengan kita saat ini? Apakah iman kita telah sungguh-sungguh mewarnai, mempengaruhi, dan memotivasi setiap pemikiran, perkataan, dan perbuatan kita? Apakah iman kita kepada Tuhan Yesus menjadi iman yang operasional ataukah hanya tersembunyi dalam relung hati kita yang terdalam? Iman harus operasional dalam tindakan nyata untuk menjadi berkat bagi sesama.

 


Refleksi:

Iman tanpa perbuatan mati adanya. Perbuatan tanpa iman hanyalah sebuah kekosongan.

 

Mzm. 133; Kej. 48:8-22; Ibr. 11:23-29

Latest ARTICLE