12 June 2019 / Renungan Harian

INTIM DENGAN TUHAN, INTIM DENGAN SESAMA


media

INTIM DENGAN TUHAN, INTIM DENGAN SESAMA
Lukas 1:26-38

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Luk. 1:35)

Pak Uripto Widjaja adalah seorang yang tidak lulus SMA. Namun, dengan usaha keras, kejujuran, hidup hemat, tulus serta berbagi dengan orang lain, Pak Uripto berhasil menjadi pengusaha yang sukses. Doa syukurnya tak henti kepada Tuhan, demikian juga perhatian dan bantuannya terhadap sekolah-sekolah di desa, rumah sakit, perguruan tinggi dan yang terakhir yang mengesankannya adalah membantu masyarakat di Gunung Kidul. Kemiskinan masyarakat Gunung Kidul yang diakibatkan kekeringan membuatnya tergerak untuk membantu membuat kolam untuk menampung air. Air itu digunakan saat musim kemarau. Usaha ini sangat membantu kesejahteraan masyarakat Gunung Kidul (Kick Andy program Nothing’s Impossible).

Dalam kisah kelahiran Yesus, muncul sebutan Anak Allah yang dikenakan pada Yesus. Sebutan Anak Allah yang diterapkan pada Yesus menunjukkan relasi intim yang terbangun antara Yesus dan Allah. Relasi itu begitu unik, sehingga tidak seorang pun bisa mempunyai keintiman relasi semacam itu dengan Allah. Melalui Roh Kudus, Yesus lahir di tengah-tengah dunia. Melalui Roh Kudus juga, Yesus menjalani kehidupan untuk mewujudkan kehendak Allah (Luk. 4:18).

Banyak orang Kristen memaknai keintiman dengan Tuhan sebatas perilaku religius seperti berdoa, beribadah, puasa, ziarah dan lainnya. Keintiman dengan Tuhan sebenarnya juga dapat dibangun dengan menyatakan keprihatinan Tuhan atas kehidupan di sekeliling kita. Dengan tuntunan Roh kita juga dapat intim dan berbagi kehidupan dengan sesama kita.

DOA:

Allah Bapa yang penuh kasih karunia, benamkanlah kami dalam keintiman-Mu. Buatlah kami menjadi kebahagiaan bagi orang lain. Amin.

Mzm. 48; Bil. 24:1-14; Luk. 1:26-38

Latest ARTICLE