11 December 2017 / Renungan Harian

Jalan Lurus Bagi Kita


media

Jalan Lurus Bagi Kita

Yesaya 26:7-15

Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya. (Yes. 26:7)

Ada sebuah penelitian mengenai perilaku pengendara di jalan raya. Ada yang konsisten berjalan lurus, tetapi ada juga yang berjalan zig-zag. Ternyata, walaupun pengendara yang berjalan zig-zag lebih dahulu sampai tujuan, selisih waktunya tidak terlalu signifikan dibanding dengan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi. Kesimpulannya, saat menggunakan jalan raya, tetaplah berjalan lurus karena cara itu lebih menjamin pengendara untuk tiba di tujuan dengan selamat.

Umat Israel kerap mengalami kesulitan untuk tetap berjalan lurus di hadapan Tuhan. Mereka kerap menyimpang ke kanan dan ke kiri, bahkan berbalik arah meninggalkan Tuhan dan mengikuti keinginan hatinya. Mereka pun pernah mengikuti jalan tuhan-tuhan lain selain Allah. Namun, Allah terus menyediakan jalan lurus bagi umat-Nya dan memanggil mereka kembali ke jalan yang benar. Itulah pengalaman bangsa Israel yang dihayati Nabi Yesaya, "Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya." Umat Allah seharusnya hidup di jalan lurus yang telah disediakan Allah lewat karya penebusan-Nya, yaitu hidup sebagai orang benar dan berkenan bagi Allah.

Kita juga kerap menyimpang ke kanan dan ke kiri dan mengikuti arus dunia. Mari kita sambut seruan Yesaya agar kita pun bertobat dan berjalan lurus atau setia di jalan keselamatan yang dianugerahkan Allah.

 


Doa:

Tuhan, kami ingin menjalani jalan lurus yang Engkau telah sediakan.. Amin.

 

Mzm. 27; Yes. 26:7-15; Kis. 2:37-42

Latest ARTICLE