27 October 2017 / Renungan Harian

Jalan Pintas


media

Jalan Pintas

Mazmur 1

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik... (Mzm. 1:1)

"Lewat jalan pintas saja, lebih cepat dan gampang", bisik seorang calo kepada beberapa pelamar kerja yang sedang mengantri di barisan panjang. Jalan pintas seolah-olah sudah dimaklumi di masyarakat kita. Di depan mata, kita bisa menyaksikan para calo bertransaksi dengan santai, orang-orang menyerobot antrian, dan pungutan liar diberikan di tengah jalan raya.

Apakah semua kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan lewat jalan pintas sungguh membawa kebaikan? Untuk jangka pendek, sesaat, sepertinya kita langsung merasakan manfaat dari perilaku demikian. Namun, untuk jangka panjang, sebenarnya kita sedang mencicil kehancuran hidup bangsa kita sendiri.

"Nasihat orang fasik" sering kali menggoda kita yang ingin dengan cepat dan mudah untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Namun, mengikuti nasihat orang fasik tidak akan membawa kepada kebahagiaan. Sebaliknya, "berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik..."

Kita dapat sungguh-sungguh merasakan kebahagiaan jika kita mampu menolak tawaran jalan pintas. Seperti pohon yang bertumbuh sedikit demi sedikit menjadi makin besar dan akhirnya menghasilkan buah, demikianlah proses orang benar dalam mencapai kebahagiaannya yang bertumpu pada firman Tuhan.

 


Doa:

Tuhan, mampukan kami untuk mengalahkan godaan jalan pintas. Amin.

 

Mzm. 1; Ul. 9:25 - 10:5; Tit. 2:7-8, 11-15

Latest ARTICLE