10 December 2017 / Renungan Harian

Jalan untuk TUHAN


media

Jalan untuk TUHAN

Markus 1:1-8

"Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya" (mrk. 1:3)

Salah satu kebijakan Presiden Joko Widodo adalah membangun infrastruktur yang merata di Indonesia dan tidak "Jawasentris". Di luar pulau Jawa, pemerintah giat membangun bendungan, pembangkit listrik, bandara, pelabuhan laut, jalan raya, dan jalan tol. Menurut Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur itu akan membuat tempat-tempat yang semula sulit dijangkau menjadi mudah dikunjungi dan juga arus lalu lintas barang dan orang menjadi lebih lancar untuk memutar roda perekonomian masyarakat.

Yohanes Pembaptis diutus Allah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias. Dialah yang berseru -seru di padang gurun, katanya: "Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya". Ia mengajak semua orang untuk meninggalkan kehidupan yang lama dan memulai kehidupan yang baru. Ia mengajak mereka agar bertobat dari segala dosa-dosanya dan dibaptiskan serta mengikut jalan Tuhan. Ia memanggil setiap orang untuk hidup lurus di hadapan Tuhan, tidak menyimpang dan berpaling dari Allah.

Jika ada pembangunan infrastruktur fisik, tentunya ada juga pembangunan "infrastruktur" kerohanian. Nah, apakah sudah tersedia jalan bagi Tuhan untuk masuk ke dalam hati kita? Apakah relung-relung hati kita terbuka bagi Tuhan? Atau, hati kita masih tertutup rapat oleh gunung batu kesombongan? Kita harus makin giat mempersiapkan hati dalam menyambut kedatangan Kristus kembali.

 


Doa:

Tuhan, kami ingin hidup di dalam pertobatan. Amin.

 

Yes. 40:1-11; Mzm. 85:2-3, 9-14; 2Ptr. 3:8-15a; Mrk. 1:1-8

Latest ARTICLE