29 August 2018 / Renungan Harian

Jangan Berhenti Mengasihi


media

Jangan Berhenti Mengasihi
Yohanes 15:16-25

Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” (Yoh.15:18)

Maximilian Kolbe adalah seorang Imam Fransiskan di Polandia yang mengalami kekejaman tentara Nazi. Sebelum pecah Perang Dunia II, Kolbe secara terang-terangan menolak paham Nazi. Ketika pasukan Jerman berhasil menduduki Polandia, mereka menangkap Kolbe dan menjebloskannya ke kamp konsentrasi Auschwitz. Penyiksaan demi penyiksaan dialami oleh Kolbe, namun tidak membuat Kolbe kehilangan damai sejahtera. Dalam kamp konsentrasi, Kolbe berusaha untuk dapat menolong para tahanan lainnya. Karena kasihnya kepada Yesus, Kolbe rela menggantikan tahanan yang dihukum mati karena tahanan tersebut mempunyai keluarga. Pada tanggal 14 Agustus 1941, pengikut Kristus “kepala batu” ini dihukum mati.

Ada banyak kisah pengikut Yesus yang mengalami penderitaan dan penyiksaan. Sejak awal Yesus telah menyampaikan kepada murid-muridnya bahwa dunia akan membenci mereka. Dan jika itu terjadi ingatlah bahwa dunia telah lebih dahulu membenci Yesus tanpa alasan. Mereka menangkap Dia, menyiksa dan membunuh Dia. Walaupun tidak mendapati kesalahan-Nya, mereka tetap menyalibkan Yesus.

Penderitaan tidak menyurutkan kasih Yesus kepada dunia. Ia tetap menunjukkan belas kasih-Nya. Yesus memohon pengampunan dari Bapa bagi dunia yang menyalibkan Dia. Kasih tidak berubah menjadi benci. Kasih mengalahkan kebencian. Jika dunia membenci Saudara, jangan berhenti menyatakan kasih.


DOA:
Tuhan Yesus, mampukan kami untuk mengikuti teladan-Mu mengasihi bahkan saat dibenci sekalipun. Amin!

Mzm. 119:97-104; Yes. 33:10-16; Yoh. 15:16-25

Latest ARTICLE