17 July 2018 / Renungan Harian

Jangan Memelihara Dendam


media
Jangan Memelihara Dendam
Kisah Para Rasul 23:12-35
 
Kami telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa kami tidak akan makan atau minum, sebelum kami membunuh Paulus.” (Kis. 23:14)
Bila kita melihat orang lain dengan kacamata kebencian, amarah, dan dendam maka tindakan yang akan muncul adalah upaya mencelakakan mereka dengan berbagai cara. Sedangkan, bila kita melihat orang dari kacamata kasih maka kita akan berusaha menolong dan membantu orang lain agar tidak celaka. Pilihan kedua adalah pilihan yang paling bijaksana.
Begitulah sikap yang muncul dari orang-orang yang berkomplot hendak membunuh Paulus. Begitu benci dan marahnya mereka kepada Paulus sampai-sampai mereka berjanji tidak akan makan dan minum sebelum membunuh Paulus. Tetapi untunglah, kemenakan Paulus mengetahui niat jahat komplotan itu sehingga kemudian ia memberitahukan kepada Paulus dan kepada kepala pasukan. Kepala pasukan kemudian mencari cara untuk menyelamatkan Paulus dari tindakan sewenang-wenang dari massa yang jumlahnya lebih dari empat puluh orang (ay. 13). Dia membawa Paulus ke Kaisarea.
Dalam kisah ini, kita melihat ada dua sikap yang muncul. Sikap pertama adalah sikap yang merawat permusuhan, kebencian, dan amarah. Sikap ini selalu berupaya mencelakakan orang yang dibenci. Biasanya akal sehat sudah tidak lagi dipakai karena kepuasannya adalah saat orang lain binasa. Sikap kedua merawat kasih. Sikap ini sangat berbeda dari yang pertama. Kasih selalu berupaya menyelamatkan orang lain, siapa pun dia. Itulah yang dilakukan kepala pasukan dan itu pula yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan.

REFLEKSI:
Berkomplotlah untuk mendatangkan kebaikan bukan keburukan apalagi kehancuran.
 
Mzm. 142; Am. 9:1-4; Kis. 23:12-35

Latest ARTICLE