22 March 2018 / Renungan Harian

Jasmerah!


media

Jasmerah!
Ulangan 16:1-8

Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, sebab dalam bulan Abib itulah TUHAN, Allahmu, membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam.” (Ul. 16:1)

“Seperti kacang yang lupa kulitnya.” Pepatah itu hendak mengingatkan kita untuk tidak melupakan asal-usul. Tidak lupa dengan kehidupan di masa lalu, sejarah. Tidak melupakan sejarah sebagaimana yang dipesankan Bung Karno “Jasmerah!”—jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Israel pun diingatkan untuk merayakan Paskah di bulan Abib (Nisan, bulan pertama) dengan memakan roti yang tidak beragi. Perayaan Paskah tersebut mengingatkan mereka pada jatidiri dan sejarah mereka bahwa karena kasih karunia Allah, mereka selamat dari cengkeraman bangsa Mesir. Allahlah yang melewatkan mereka dari kematian dan membebaskan mereka dari Mesir. Karena itu, mereka harus memuji dan menyembah Allah, bukan ilah. Mereka harus mengandalkan Allah dan tidak mengandalkan kekuatan dan kepintaran mereka. Israel harus menjadi bangsa yang penuh belas kasih sebab hidup dan kebebasan yang mereka dapatkan adalah pemberian Allah. Jadi, ingatlah bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi Allah.

Seperti Israel, kita pun diajak untuk mengingat dan menyadari siapa kita. Ingat pada sejarah yang telah dilalui. Sejarah bisa bercerita bahwa ada banyak cara yang dipakai Tuhan untuk menghidupi kita melalui keluarga dan orang lain. Kita bisa ada sekarang hanya karena kemurahan Tuhan. Kenanglah itu dan bagikanlah kasih Tuhan. Jasmerah!



REFLEKSI:
Hari-hari yang telah kita lewati dapat berbicara banyak tentang kasih Allah kepada kita.

Mzm. 118:1-2, 19-29; Ul. 16:1-8; Flp. 2:1-11

Latest ARTICLE