31 May 2017 / Renungan Harian

Jauh dari Murka Allah


media

Jauh dari Murka Allah

Yohanes 3:31-36

"Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yoh. 3:36)

Ketika kita mendengar frasa "murka Allah", pertama-tama yang muncul dalam benak kita adalah kengerian. Tentu tidak ada satupun manusia yang ingin kena murka Allah. Manusia tentu ingin jauh dari murka Allah. Lalu apa yang harus dilakukan?

Yohanes 3:36 mengajarkan kita untuk percaya sungguh kepada Yesus Anak Allah dan taat kepada-Nya. Percaya saja tidak cukup. Kita juga perlu melakukan apa yang dikehendaki Yesus. Kalau kita sungguh percaya dan taat, maka kita akan beroleh hidup sejati, yaitu hidup yang terhubung kepada Allah dan berpusat kepada-Nya. Jika hal itu kita lakukan, kita akan terdorong untuk menaati perintah Tuhan dalam hidup kita. Kalau hal itu terjadi, kita dapat melihat dan merasakan hidup kekal, yaitu hidup saat ini di dunia ini dan kelak dalam keabadian. Dengan kata lain, kita dijauhkan dari murka Allah.

Dalam hidup yang penuh tantangan dan godaan, kita terus diingatkan untuk sungguh percaya kepada Kristus dan menaati perintah-Nya. Banyak cara dan jalan duniawi yang mendatangkan kenikmatan dan kebahagiaan. Namun, terhadap semua itu kita harus berhati-hati, waspada, dan bijaksana. Jika tidak demikian, kita akan mudah tergiur dan ditarik ke jalan yang sesat, ditarik ke dalam murka Allah. Saat ini kita disadarkan bahwa Tuhan tidak menghendaki murka-Nya tetap ada di atas kita. Untuk itu, marilah kita berhati-hati dan tidak menyalahgunakan kasih dan kemurahan Allah.

 


Refleksi:

Tuhan mengasihi manusia, tetapi Ia juga tidak mau dipermainkan oleh manusia.

 

Mzm. 99; 1Raj. 8:54-65; Yoh. 3:31-36

Latest ARTICLE