22 August 2017 / Renungan Harian

Kamu Inilah Saksi-saksiku


media

Kamu Inilah Saksi-saksiku

Yesaya 43:8-13

"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia." (Yes. 43:10)

Bagaimana rasanya ketika kita sedang terpuruk tiba-tiba diberi kepercayaan untuk bersaksi tentang masa depan yang lebih baik? Itulah yang terjadi pada umat Israel di negeri pembuangan, Babel, ketika Nabi Yesaya berkarya. Yesaya hidup di Yerusalem sekitar abad ke-8 SM. Nama Yesaya diambil dari bahasa Ibrani "Yeshayahu" yang berarti "Tuhan Penyelamat". Ketika itu, Umat Israel dalam keadaan terpuruk dan hidup tanpa harapan. Nabi Yesaya memberitakan kabar baik bahwa tidak lama lagi Tuhan akan membebaskan umat pilihan-Nya dan membawa mereka kembali ke Yerusalem untuk memulai hidup baru. Oleh karena itu, mereka harus bangkit dari keterpurukan dan hidup sebagai saksi-saksi Tuhan.

Hal penting yang harus dipersaksikan mereka adalah Tuhan yang mereka sembah adalah satu-satunya Allah yang berkuasa atas kehidupan. Sekalipun hidup mereka kacau, kasih dan setia Tuhan tidak berubah. Umat harus percaya kepada Tuhan supaya mereka dapat tampil sebagai hamba-hamba Tuhan, orang-orang pilihan-Nya.

Kepada kita saat ini, entah kita sedang menikmati kejayaan atau keterpurukan, panggilan dan pilihan Tuhan untuk menjadi saksi-saksi-Nya kembali dinyatakan. Hal tersebut adalah berkat Tuhan kepada kita sebab kita diberi kepercayaan untuk memberi kesaksian akan apa yang dilakukan Tuhan dalam kehidupan kita.

 


Doa:

Tuhan, mampukan kami untuk menjadi saksi-saksi-Mu yang baik.  Amin.

 

Mzm. 87; Yes. 43:8-13; Rm. 11:13-29

Latest ARTICLE