01 May 2017 / Renungan Harian

Kasih Persaudaraan


media

Kasih Persaudaraan

1 Petrus 1:23-25

"Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." (1Ptr. 1:24-25)

Keadaan serba kurang dalam hidup bersama seringkali justru membuat relasi persaudaraan menjadi kuat karena ada kesehatian untuk mengatasinya. Keadaan kadang berubah ketika kelimpahan datang. Orang yang tadinya bersaudara bisa saling membenci dan bermusuhan. Persaudaraan menjadi rusak karena perebutan harta yang fana.

Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa semua yang ada adalah seperti rumput yang akan menjadi kering dan gugur. Manusia akan mati. Harta akan hilang binasa. Namun, kasih tak akan berkesudahan. Apa yang dilakukan manusia akan menjadi memori yang akan diingat selamanya, entah itu baik atau buruk. Itu seperti pepatah "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama." Jadi, manakah yang akan kita pilih? Harta ataukah kasih persaudaraan?

Secara manusiawi, kita sadar bahwa tidak mudah untuk menjaga dan mewujudkan kasih persaudaraan. Selain karena harta, ada banyak hal lain yang dapat menyebabkan rusaknya kasih persaudaraan. Namun, kita bersyukur bahwa ada kuasa Tuhan yang senantiasa berkenan menyertai dan menolong kita. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 1:23 mengatakan, "Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal."

 


Refleksi:

Kasih persaudaraan adalah kasih yang lahir dari firman Allah yang hidup dan kekal.

 

Mzm. 134; Kej. 18:1-14; 1Ptr. 1:23-25

Latest ARTICLE