02 May 2018 / Renungan Harian

Kasih Sayang Timbal Balik


media

Kasih Sayang Timbal Balik
Yohanes 14:18-31

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yoh. 14:21)

Seorang bayi yang sedang menangis keras tiba-tiba bisa diam dan tenang ketika digendong ibunya. Rengkuhan kasih sayang sang bunda memberi rasa aman dan nyaman bagi si bayi sehingga ia tidak menangis lagi.

Bacaan Alkitab hari ini merupakan bagian dari kisah menjelang perpisahan Yesus dengan murid-murid-Nya. Dalam suasana seperti itu Yesus berpesan kepada murid-murid-Nya, “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (ay. 18).

Sama seperti seorang ibu yang menggendong anaknya yang menangis untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepadanya, demikian pula Yesus melakukannya kepada diri kita. Ia memang telah pergi meninggalkan kita. Namun, Ia tidak pergi selamanya. Ia datang kembali dalam Roh untuk menggendong kita dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada kita.

Namun, semua itu tidak terjadi begitu saja. Yesus mengatakan kepada kita bahwa kita bisa berharap akan kasih sayang-Nya ketika kita juga mengasihi Yesus dan melakukan perintah-Nya. Itu bukan berarti kasih Yesus bersyarat, melainkan kita harus menjaga sikap dan perilaku kita sebagai bukti kasih kita kepada Yesus. Kita memang sudah berdoa minta supaya Tuhan memberkati dan menolong kita. Masalahnya, sudahkah kita bertanya pada diri kita sendiri: apakah kita memang layak untuk mendapatkan berkat dan pertolongan Tuhan itu?



REFLEKSI:
Yesus senantiasa mengasihi kita, tetapi kita pun seharusnya juga mengasihi Yesus.

Mzm. 80; Yes. 65:17-25; Yoh. 14:18-31

Latest ARTICLE