07 May 2018 / Renungan Harian

Kasih Setia Allah


media

Kasih Setia Allah
Ulangan 7:1-11

Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.” (Ul. 7:9)

Firman Tuhan hari ini sulit dipahami dengan pola pikir modern. Terasa penuh dengan kekerasan dan kebencian terhadap bangsa lain. Namun, pesan yang ingin disampaikan adalah tentang keseriusan Allah untuk menjaga dan memelihara umat-Nya. Allah tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya sedikit pun juga karena Ia adalah Allah yang setia. Jika Ia berjanji akan membawa umat-Nya ke Tanah Perjanjian, maka janji-Nya pasti akan dipenuhi.

Namun, belas kasih Allah bergantung sepenuhnya pada Allah, bukan pada umat Allah. Seberapa pun hebatnya kita, kasih setia Allah tidak bergantung pada itu. “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa mana pun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa?” (ay. 7). Tidak ada apa-apa dalam diri kita yang bisa dijadikan landasan untuk kasih setia Allah. Kasih setia Allah adalah anugerah yang tidak bisa dibeli atau dituntut dari Allah.

Berhubung kasih setia Allah diberikan sebagai anugerah, maka kita seharusnya juga serius mengikut Allah. Anugerah Allah menuntut tanggung jawab besar bagi siapa pun juga yang mendapatkannya. Kasih setia Allah senantiasa dijanjikan pada “orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya.” Itu sebabnya dikatakan juga “Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan” (ay. 11).


 

REFLEKSI:
Kasih setia Allah diberikan sebagai anugerah, bukan sebagai penghargaan atas kehebatan kita. Sudah sepatutnya kita menaati perintah Allah.

Mzm. 93; Ul. 7:1-11; 1Tim. 6:11-12

Latest ARTICLE