30 April 2018 / Renungan Harian

Kaya, Tetapi Merasa Miskin


media

Kaya, Tetapi Merasa Miskin
Galatia 5:16-26

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. (Gal. 5:24)

Dulu ia hidup dalam kemiskinan. Kadang harus tidur dengan perut kosong karena mereka tidak ada apa-apa untuk dimakan. Baju yang dikenakannya penuh tambalan jahitan tangan ibunya. Tetapi sekarang tidak lagi. Perjuangan dan kerja kerasnya, telah membawa keberhasilan. Keadaan hidupnya sudah sangat berubah, namun pakaiannya tetap sederhana, makanannya juga masih tetap sangat sederhana. Mengapa? Orang itu tidak berani menikmati apa yang dimilikinya, ia terus merasa harus hidup hemat, karena ia takut kembali miskin.

Sebagai milik kepunyaan Kristus, setiap kita sudah dibebaskan dari belenggu dosa. Kita telah dibebaskan dari tekanan hukum agama, kita telah diberi kuasa untuk mengalahkan hawa nafsu dan keinginan daging kita. Tuhan sudah memberi kita Roh-Nya yang kudus, untuk memimpin dan memberi kita kekuatan untuk menghasilkan buah yang baik dalam hidup kita. Dulu kita hanya bisa berbuat dosa dan menghasilkan perbuatan yang jahat dan yang memalukan dalam hidup kita. Tetapi sekarang tidak lagi demikian.

Di dalam Kristus, kita telah menanggalkan dan menyalibkan diri kita dengan segala hawa nafsu dan keinginan diri yang jahat. Namun kadang kita tidak menyadari kekayaan karunia yang kita miliki. Hawa nafsu dan keinginan yang jahat kita biarkan menguasai hati dan pikiran kita, sekalipun kita punya kuasa untuk menolaknya. Seperti orang kaya yang tetap merasa miskin, demikianlah setiap kita terus hidup dalam dosa.



DOA:
Tolong kami untuk hidup dalam kekayaan kasih karunia-Mu ya Tuhan, sehingga kami bisa menanggalkan kedagingan kami. Amin.

Mzm. 80; Yes. 5:1-7; Gal. 5:16-26

Latest ARTICLE