29 June 2018 / Renungan Harian

Kaya Dalam Kemurahan


media
Kaya Dalam Kemurahan
2 Korintus 8:1-7
 
Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. (2Kor. 8:2)
Merasa kaya atau miskin itu tergantung pada sikap mental seseorang dan bukan pada banyak harta yang dimiliki. Ada orang memiliki banyak harta, tetapi ia selalu merasa kurang. Sebaliknya, ada orang yang ekonominya pas-pasan, tetapi ia bisa bersyukur kepada Tuhan. Orang yang terakhir ini sesungguhnya adalah orang yang kaya.
Rasul Paulus memuji jemaat-jemaat di Makedonia. Jemaat-jemaat itu sebetulnya sedang mengalami cobaan berat yang membuat mereka menderita. Selain itu, mereka juga sangat miskin secara materi. Namun, mereka kaya dalam kemurahan. Mereka proaktif untuk diikutsertakan dalam pelayanan kepada jemaat Yerusalem, yang sedang mengalami kesusahan dan tidak mempunyai cukup dana untuk pelayanan. Mereka memberi bantuan lebih banyak dari harapan Paulus. Mereka memberi bantuan melampaui kemampuan mereka (ay. 3-5). Mengapa bisa demikian? Karena ada kasih dalam hati mereka. Mereka merasakan kasih Allah yang menyelamatkan sehingga mereka bersyukur dengan mengasihi Tuhan dan sesama walaupun kehidupan mereka sulit dan miskin.
Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita sudah mengalami kasih Allah yang menyelamatkan? Rasakanlah kasih Allah dalam kehidupan kita, maka hati kita akan tergetar dan selalu bersyukur. Hati yang dipenuhi rasa syukur akan meluap melalui perbuatan-perbuatan kasih kepada Tuhan

DOA:
Tuhan, terima kasih atas anugerah keselamatan dan segala berkat-Mu. Kiranya kami pun mau berbagi berkat kepada sesama kami. Amin.
 
Mzm. 30; Rat. 2:1-12; 2Kor. 8:1-7

Latest ARTICLE