17 May 2017 / Renungan Harian

Kebenaran yang Memerdekakan


media

Kebenaran yang Memerdekakan

Yohanes 8:31-38

"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yoh. 8:31-32)

Dosa membuat manusia jauh dari Allah. Dosa juga menjadikan manusia hidup terbelenggu dan tidak mampu mengalami kebahagiaan kekal. Dengan kekuatan dan kemampuannya sendiri, manusia tidak akan bisa bebas dari belenggu dosa. Oleh karena itu, Allah dengan inisiatif-Nya sendiri berkenan turun ke dalam dunia untuk membebaskan manusia dari dosa melalui Yesus Kristus. Yohanes 8:36 mengungkapkan, "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." Itu adalah kasih karunia Allah bagi manusia.

Yesus Kristus adalah Sang Anak yang mampu memerdekakan manusia. Kasih karunia ini mesti ditanggapi oleh manusia dengan sungguh percaya, hidup berpegang pada Firman Tuhan, dan menjadi murid Tuhan. Hal itulah yang dipesankan Tuhan Yesus di Yohanes 8:31-32: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Secara manusiawi, hal tetap di dalam firman dan sungguh-sungguh menjadi murid Tuhan memang bukan perkara mudah. Namun, kesadaran bahwa kita lemah dan butuh bantuan dari Allah akan mendorong kita untuk memercayakan hidup kita kepada-Nya serta terus mau belajar menjadi murid-Nya, yaitu murid yang belajar sekaligus melakukan firman Tuhan. Di situlah kuasa Tuhan akan nyata dan terus memerdekakan kita.

 


Refleksi:

Ada banyak kemerdekaan dunia yang justru bisa menjebak kita dalam duka dan derita. Hanya di dalam Tuhan kita benar-benar merdeka.

 

Mzm. 102:2-18; Ams. 3:13-18; Yoh. 8:31-38

Latest ARTICLE