11 June 2018 / Renungan Harian

Kehadiran Tuhan Yang Tersembunyi


media
Kehadiran Tuhan Yang Tersembunyi
Mazmur 74
 
Mengapa Engkau menarik kembali tangan-Mu, menaruh tangan kanan-Mu di dada? (Mzm. 74:11)
Di saat mengalami musibah, sakit berat, atau bencana, kita sering sulit merasakan kehadiran Tuhan. Yang kita rasakan justru sebaliknya, yaitu: Tuhan tidak peduli, Tuhan tega, atau Tuhan diam saja.
Umat Israel pernah mengalami malapetaka nasional, yaitu tentara Babel menyerang dan menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah (586 SM). Padahal, Bait Allah adalah pusat peribadahan mereka. Saat merenungkan malapetaka itu, Pemazmur bertanya kepada Tuhan, “Mengapa Engkau menarik kembali tangan-Mu, menaruh tangan kanan-Mu di dada?” (ay. 11). Pemazmur merasa Tuhan tidak mau menolong mereka. Namun, syukurlah, renungan Pemazmur tidak berhenti di situ. Ia mengingat kembali kasih dan pertolongan Tuhan di masa lalu, saat Tuhan membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir dan saat Tuhan memimpin umat-Nya menyeberang laut ketika dikejar tentara Mesir (ay. 2, 13). Mengingat kembali kasih dan pertolongan Tuhan di masa lalu membuat mereka kuat dan percaya akan kasih dan pertolongan Tuhan. Mereka menjadi yakin kembali bahwa Tuhan berkuasa atas dunia ini (ay. 12-17).
Penderitaan juga bisa menimpa kita. Di saat kita mengalami penderitaan, bagaimana sikap kita? Ingatlah bahwa Tuhan tetap hadir. Kasih dan pertolongan Tuhan nyata melalui berbagai cara, termasuk melalui saudara-saudara di dalam Tuhan.

DOA:
Tuhan, bila topan keras melanda hidup kami, kami akan menghitung berkat-Mu satu per satu agar kami tetap yakin akan kasih-Mu. Amin.
 
Mzm. 74; 1Sam. 16:14-23; Why. 20:1-6

Latest ARTICLE