15 August 2018 / Renungan Harian

Kehendak Bapa


media

Kehendak Bapa
Yohanes 6:35-40

Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk mengikuti kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” (Yoh. 6:38)

Suatu kali saya melihat seorang pemuda yang turun dari mobil dan memukul supir angkot sembari berteriak-teriak, “Bapak saya jenderal, tahu!” Dari plat mobilnya terlihat bahwa ia memang anak tentara. Ternyata kemarahannya muncul bukan karena tersenggol atau tertabrak, tetapi karena tersinggung ketika mobilnya disalip angkutan kota. Perlukah kita meneriakkan siapa diri kita, mengancam orang lain untuk menunjukkan siapa yang lebih berkuasa?

Jika Saudara pengikut Yesus sejati maka tentu tahu bahwa Yesus tidak suka pamer kekuasaan. Walaupun Yesus berkuasa tetapi Ia lebih memilih diam dan tidak melawan ketika ditangkap. Di hadapan Pilatus yang butuh pengakuan tentang diri-Nya dan kekuasaan-Nya, Yesus memilih untuk menahan diri dan patuh pada kehendak Bapa. Saat Yesus dipaku dan disalibkan, Ia tidak berteriak-teriak bahwa Ia adalah Anak Allah. Yesus juga tidak berusaha untuk membebaskan dirinya seperti permintaan penjahat di samping-Nya. Jika Yesus mau tentu Ia akan dengan mudah membebaskan diri-Nya dari penyaliban keji itu. Tetapi Yesus tidak mau mengikuti kehendak diri-Nya. Yesus taat pada kehendak Bapa.

Saudara, mari kita belajar seperti Yesus yang tidak pamer kekuasaan walaupun mungkin kita memiliki kekuasaan itu. Mari belajar rendah hati dan taat seperti Yesus yang rela menderita mengikuti kehendak Bapa untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama manusia.


 

DOA:

Bapa, tuntun kami untuk taat pada kehendak-Mu yang pasti berakhir indah bagi kami dan sesama walaupun melewati penderitaan. Amin!

Mzm. 81; Yer. 31:1-6; Yoh. 6:35-40

Latest ARTICLE