07 September 2017 / Renungan Harian

Kekuatan Dalam Kelemahan


media

Kekuatan Dalam Kelemahan

2 Korintus 12:11-21

Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu. (2Kor. 12:11)

Di jemaat kami, ada seorang oma yang mengalami kesulitan penglihatan dan kesulitan bangun dari tempat tidurnya. Namun, kehadirannya justru memberikan kekuatan dan semangat baru di tengah-tengah kepenatan pelayanan saya sebagai pendeta jemaat. Kehadiran sang oma menjadi kekuatan yang diberikan Tuhan di tengah pelayanan jemaat.

Sering kali kita mengalami kelelahan di dalam pelayanan karena banyak tantangan dan pergumulan yang dihadapi. Misalnya, rutinitas yang membosankan, tantangan dari mereka yang dilayani, gosip yang dihadapi, dan perasaan tidak suka dari sekelompok orang. Semua itu dapat melemahkan pelayanan kita. Paulus juga menghadapi hal serupa di tengah-tengah jemaat Korintus. Ada pertanyaan terhadap kerasulan Paulus dari jemaat Korintus yang menganggap penting tanda mujizat dan tanda ajaib. Ada juga yang menganggap Paulus sebagai beban jemaat dan menganggap Paulus mengambil keuntungan dari jemaat. Tentu hal-hal itu membuat Paulus harus menjelaskan panjang-lebar soal pelayanannya dan bisa saja membuatnya merasakan kelemahan. Hanya saja Paulus sadar betul bahwa kekuatannya bersumber dari Tuhan. Justru dalam kelemahan itu, Paulus mengalami kekuatan dari Tuhan.

Ketika kita mengalami kelemahan karena tantangan berat dalam pelayanan, ingatlah bahwa kekuatan kita datang dari Tuhan saja.

 


Refleksi:

Dalam kelemahan kita, ada kekuatan dari Tuhan.

 

Mzm. 119:33-40; Yeh. 24:1-14; 2Kor. 12:11-21

Latest ARTICLE