27 March 2018 / Renungan Harian

Kelemahan = Kekuatan


media

Kelemahan = Kekuatan
1 Korintus 1:18-31

… Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. (1Kor. 1:24)

“Kekuatan kita ada pada yang paling lemah, bukan pada yang paling kuat.” Itu prinsip yang diajarkan kepada kami ketika mengikuti kegiatan pencinta alam. Prinsip itu mengingatkan kami untuk peduli kepada orang lain, terlebih kepada yang lemah, dan tidak menganggap diri sebagai orang yang paling kuat dan hebat.

Dalam Surat 1 Korintus ini, Paulus mengingatkan orang percaya untuk tidak bermegah. Ia mengajak jemaat supaya belajar dari Yesus dan peristiwa penyaliban. Bagi orang Yahudi, salib adalah batu sandungan, sementara bagi orang Yunani salib adalah suatu kebodohan. Namun, yang hina dan yang bodoh bagi dunia itu yang dipilih Allah. Justru di dalam dan melalui penyaliban Kristus, Allah menyatakan belarasa dengan manusia sehingga manusia dalam kerapuhannya mendapatkan keselamatan dan kekuatan untuk hidup. Kristus adalah wujud kehadiran Allah. Melalui salib-Nya Ia membawa manusia menemukan kembali relasinya dengan Allah. Karena itu, Paulus menyebut Kristus sebagai kekuatan dan hikmat Allah.

Ternyata prinsip “kekuatan kita ada pada yang paling lemah” senada dengan Injil yang diberitakan Paulus. Salib yang adalah simbol kehinaan dan kelemahan ternyata dipilih Allah untuk mematahkan kesombongan dunia. Salib adalah kekuatan sejati kita. Kristus yang tersalib adalah Kristus yang menyelamatkan kita.



REFLEKSI
:
Yang lemah dan hina menurut manusia dapat menjadi kekuatan dan kemuliaan dalam rancangan Allah.

Yes. 49:1-7; Mzm. 71:1-14; 1Kor. 1:18-31; Yoh. 12:20-36

Latest ARTICLE