06 June 2017 / Renungan Harian

Keluhan Tak Terucapkan


media

Keluhan Tak Terucapkan

Roma 8:26-27

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Rm. 8:26)

Nenek yang saya jumpai itu sudah tua sekali. Badannya kurus dan tak kuat lagi berdiri. Kulitnya yang keriput makin menampakkan kerentaannya. Ia hanya diam dan duduk tertunduk. Air matanya terus mengalir. Air matanya bersumber dari kerinduannya akan suami dan anaknya yang lebih dulu berpulang ke pangkuan Bapa di Surga. Ia rindu untuk segera berjumpa dalam keabadian. Itulah kondisi seorang nenek yang tidak sanggup lagi berkata-kata. Mungkin ia hanya berkata-kata dalam doanya.

Rasul Paulus mengatakan, "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." Roh Tuhan akan membantu umat-Nya. Ia menyelidiki hati nurani. Ketika Roh melihat mata hati manusia yang berharap pada-Nya, Ia akan menyampaikan keluhan yang tak terucapkan itu kepada Allah Bapa. Ia akan berdoa bagi mereka yang tidak bisa berucap dan hanya air matanya yang berderai.

Ada kalanya beban hidup kita begitu berat. Ungkapkanlah beban kita itu dalam doa permohonan penuh ucapan syukur. Memang, ada kalanya berucap dalam doa pun terasa berat. Namun, tetaplah tertunduk, yakinlah bahwa Tuhan di pihak kita. Roh Kudus akan berdoa bagi kita. Sekalipun hanya air mata yang berderai, Tuhan akan mendengar keluhan kita.

 


Doa:

Terima kasih, Tuhan, Engkau mendengar keluhan kami yang tidak terucapkan. Amin

 

Mzm. 104:24-34, 35b; Yeh. 39:7-8, 21-29; Rm. 8:26-27

Latest ARTICLE