14 June 2018 / Renungan Harian

Kemuliaan Melalui Penderitaan


media
Kemuliaan Melalui Penderitaan
Ibrani 2:5-9
 
… Yesus … yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia. (Ibr. 2:9)
Dalam reruntuhan bangunan setelah gempa bumi, ada seorang bocah yang selamat dalam pelukan sang ayah. Tragisnya, sang ayah meninggal dunia dengan masih memeluk anaknya. Itulah contoh penderitaan yang menyelamatkan, penderitaan yang mulia.
Surat Ibrani menggambarkan Tuhan Yesus sebagai manusia biasa yang lebih rendah daripada malaikat sebagaimana dipahami dalam pandangan Yahudi (Mzm. 8:6). Namun, itu hanya sementara saja karena selanjutnya Tuhan Yesus dimahkotai kemuliaan dan hormat yang jauh lebih tinggi daripada malaikat, di mana segala sesuatu, termasuk malaikat, ditaklukkan kepada-Nya (ay. 8). Kemuliaan dan hormat diberikan kepada Tuhan Yesus karena Ia sudah mengalami penderitaan maut (ay. 9). Tuhan Yesus harus mengalami penderitaan sampai mati di kayu salib untuk menebus manusia dari kuasa dosa. Karena kuasa dosa adalah maut, maka Tuhan Yesus mesti mengalami maut untuk menebus manusia. Pengurbanan Tuhan Yesus itu tidak sia-sia karena Ia telah bangkit mengalahkan maut.
Dosa dan perbuatan dosa membuat kehidupan manusia cemar dan tidak mulia. Allah ingin memulihkan kehidupan manusia melalui pengurbanan Kristus. Berhubung kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus, hidup kita sudah dipulihkan untuk menjadi manusia baru yang mulia. Marilah kita jaga kemuliaan itu dengan hidup memuliakan Tuhan, bukan hidup dalam dosa.

DOA:
Tuhan Yesus, kami bersyukur kepada-Mu karena melalui pengurbanan-Mu, hidup kami berada dalam kemuliaan-Mu. Amin.
 
Mzm. 92:1-5, 13-16; Kej. 3:14-24; Ibr. 2:5-9

Latest ARTICLE