03 July 2018 / Renungan Harian

Kemurahan Hati


media
Kemurahan Hati
2 Korintus 9:1-5
 
… agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan. (2Kor. 9:5)
Saya sangat terkesan ketika suatu kali berada di dalam sebuah lift. Ada seseorang yang hendak masuk ke lift dan ia menyapa kami dengan senyuman dan berkata, “selamat siang.” Sebuah sapaan yang sederhana namun indah. Tetapi saat itu, tidak semua kami menjawab sapaannya. Mungkin karena kami tidak saling mengenal satu dengan yang lain. Tetapi, sapaan itu sungguh menyejukkan hati dari seseorang yang bermurah hati.
Paulus sangat berharap agar orang percaya, khususnya di Korintus, memberikan persembahan kasihnya tidak dengan hati terpaksa atau dengan sedih hati melainkan dengan kemurahan hati (ay. 5). Menarik untuk memperhatikan kata kemurahan hati di sini. Kata ini terjemahan dari kata Yunani eulogia, yang secara harafiah berarti sebuah pemberian berkat. Artinya, memberikan dengan kemurahan hati selalu merupakan ungkapan kesadaran bahwa Tuhan sudah mencurahkan berkat-Nya kepada kita dengan limpahnya. Kita pun menyambut berkat-Nya dengan sukacita. Karena itu, kita pun dipanggil untuk memberi dengan sukacita.
Memberi dengan kemurahan hati tidak selalu berupa barang dan harta benda seperti yang dilakukan jemaat Korintus dalam bacaan kita. Melainkan kita pun dapat memberi kemurahan hati dengan senyum sebagai pertanda kita mau menjadi sahabat bagi mereka. Kita dapat memberi semangat kepada mereka yang putus asa. Apa yang dapat kita beri, berilah dengan kemurahan hati.

REFLEKSI:
Melakukan sesuatu dengan kemurahan hati pasti selalu lebih baik daripada melakukan dengan sungut-sungut.
 
Mzm. 88; Im. 15:19-31; 2Kor. 9:1-5

Latest ARTICLE