06 January 2018 / Renungan Harian

Kepalsuan


media

Kepalsuan

Matius 2:1-12

"...kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia." (Mat. 2:8)

Hari ini, 6 Januari, beberapa gereja merayakan Epifani. Perayaan apa itu? Epifani berasal dari kata Yunani epiphaneia, yang berarti "manifestasi" atau "penampakan". Jadi, Epifani bermakna Hari Raya Penampakan Tuhan. Dalam tradisi gereja, Epifani dihubungkan dengan kedatangan orang Majus menjumpai bayi Yesus.

Orang Majus itu bukan orang Yahudi. Penulis Injil Matius mencatat bahwa mereka datang dari Timur. Mungkin mereka dari Persia. Dalam pelbagai literatur, orang Majus dijelaskan sebagai orang cerdik, pandai, filsuf, astronom, dan orang berhikmat. Mereka dikejutkan dengan pertanda langit bahwa di Betlehem telah lahir seorang raja. Mereka datang untuk menyembah raja itu.

Di Yerusalem, mereka bertanya kepada Herodes, "Di mana Sang Mesias dilahirkan?" Sontak, Herodes kaget. Dalam benaknya, kini ada raja tandingan! Herodes pun memanggil para imam dan ahli Taurat serta meminta eterangan dari mereka tentang tempat di mana raja itu dilahirkan. "Di Betlehem!" Jawab mereka. Herodes berpesan kepada para Majus agar setelah menemukan bayi itu, mereka kembali melaporkan kepadanya. Katanya supaya ia juga turut menyembah-Nya, tetapi maksud sesungguhnya, ia ingin membunuh Sang Mesias itu. Banyak orang seperti Herodes, menyatakan ingin menyembah Tuhan tetapi sesungguhnya tidak. Itulah kepalsuan! Bagaimana dengan kita?

 


Refleksi:

Kepalsuan dalam ibadah tidak akan pernah membawa kedamaian.

 

Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-7, 10-14; Ef. 3:1-12; Mat. 2:1-12

Latest ARTICLE