01 December 2017 / Renungan Harian

Ketika Sangkakala Berbunyi


media

Ketika Sangkakala Berbunyi

1 Tesalonika 4:1-18

Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. (1Tes. 4:16)

Seorang anggota jemaat kami memiliki seekor anjing yang sangat takut terhadap suara petir, snjing itu akan lari bersembunyi ke kolong tempat tidur atau ke kolong meja.

Sangkakala atau trompet biasanya dibunyikan untuk memulai sebuah peperangan. Ketika bunyi sangkakala terdengar, semua tentara di medan perang harus bersiap-siap untuk maju. Bunyi sangkakala juga dimaksudkan untuk "menggetarkan" hati prajurit dengan semangat dan keberanian. Namun, di pihak musuh, suara itu bisa "menggentarkan" hati lalu melemahkan semangat mereka. Suara itu membawa kengerian kan bayangan perang yang sangat buruk. Bayangan akan banyak jatuh korban dan darah yang tertumpah, juga teriak kesakitan akan terdengar di mana-mana dari tentara yang terluka.

Kita akan mendengar bunyi sangkakala pada waktu kedtangan Yesus kembali. Reaksi kita saat mendengar bunyi sangkakala itu tergantung dari kesiapan kita menyambut akhir zaman. Apakah bunyi itu akan menggetarkan atau menggentarkan hati kita? Bagi mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, bunyi itu akan menggentarkan hati. Namun, bagi orang yang percaya, bunyi itu akan menggetarkan hati sebab mereka siap hidup abadi bersama Yesus. Bagaimana kesiapan kita?

 


Doa:

Tuhan, kami ingin mendengar bunyi sangkakala-Mu bukan sebagai tanda kematyian, melainkan sebagai tanda kehidupan. Amin.

 

Mzm. 80:2-8, 18-20; Za. 14:1-9; 1Tes. 4:1-18

Latest ARTICLE