20 March 2017 / Renungan Harian

Kriteria Dalam Mencari Jodoh


media

Kriteria Dalam Mencari Jodoh

Kejadian 24:1-27

Lalu berkatalah ia... (Kej.24:12)

Abraham menugasi hamba tertuanya untuk mencari istri bagi Ishak. Syarat yang diberikan cukup berat, calon istri haruslah kerabat Abraham. Yang lebih rumit, Ishak tidak boleh turut serta untuk memilih istrinya sendiri.

Hamba itu tidak langsung mencari. Ia berdoa. Dalam doanya, ia membuat strategi. Strateginya unik dan logis. Ia ingin yang terbaik bagi Ishak. Yang terbaik itu bukanlah paras cantik. Ia berharap calon istri Ishak adalah seorang yang gemar menolong orang asing. Cara seleksi yang unik karena tak banyak orang yang suka menolong orang asing. "Gemar menolong" itulah kriteria yang ditetapkan hamba Abraham bagi calon istri Ishak. Tidak sekadar gemar menolong. Perhatikan: hamba itu minta kepada gadis itu agar diberi minum, tetapi ia berharap gadis itu tidak hanya memberikan air kepada dirinya, tetapi juga unta-untanya. Artinya, hamba itu berharap calon istri Ishak tidak sekadar gemar menolong, tetapi mau melakukan lebih dari yang diminta.

Calon istri itu tidak hanya memberi pertolongan secukupnya, tapi harus lebih dari yang diharapkan. Menolong lebih dari yang diharapkan merupakan hal yang baik karena banyak orang memberi ala kadarnya. Sang hamba ingin calon istri majikannya memberi lebih dari yang seharusnya. Bukankah sulit mencari orang seperti itu? Itulah strategi yang keluar dari hati yang ingin memberikan yang terbaik bagi tuannya sekaligus buah dari akal budi yang terlatih baik.

 


Refleksi:

Tak banyak orang menolong lebih dari yang diminta.

 

Mzm.81; Kej.24:1-27;2 Yoh. 1-13