31 October 2017 / Renungan Harian

Kulit dan Isi


media

Kulit dan Isi

Yakobus 2:14-26

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. (Yak. 2:26)

Penting mana: kulit atau isi? Dua-duanya! Pdt. Bambang Soetopo pernah menceritakan ilustrasi berikut ini. "Maukah Anda makan durian yang terlihat matang dan harum tetapi ketika dibelah, tidak ada isinya? Tentu tidak! Isi itu penting. Namun, maukah Anda memakan isi durian yang matang dan harum, tetapi tergeletak tanpa kulit di tengah jalan? Tidak juga! Kulit juga penting! Kulit dan isi saling melengkapi satu sama lain."

Tanggal 31 Oktober adalah hari Reformasi Gereja. Salah satu ajaran pokok Reformasi adalah Sola Fide (hanya iman), artinya: kita diselamatkan hanya oleh iman saja. Perbuatan baik sebesar apa pun tidak akan menyelamatkan manusia jika ia tidak beriman.

Sekilas, Surat Yakobus itu seolah-olah bertentangan dengan ajaran Sola Fide karena ia mengatakan bahwa kita dibenarkan oleh perbuatan. Sesungguhnya, pesannya adalah baik iman maupun perbuatan bukanlah dua hal yang perlu dipertentangkan, melainkan keduanya harus saling melengkapi seperti kulit dan isi. Bagaimana kita bisa mengaku beriman (isi) jika tampak luar kita (kulit) tidak mencerminkannya? Atau sebaliknya, apalah arti penampilan luar yang tampak saleh dan beriman jika hati kita sebenarnya tidak mengimaninya? Keduanya harus selaras dan saling melengkapi satu sama lain. Beriman adalah ketika kulit dan isi kehidupan kita sama-sama memancarkan keharuman dan manisnya kasih Allah.

 


Doa:

Tuhan, mampukan kami untuk menjaga agar "kulit" dan "isi" hidup beriman kami saling melengkapi. Amin.

 

Mzm. 119:41-48; Ul. 10:10-22; Yak. 2:14-26

Latest ARTICLE