13 August 2019 / Renungan Harian

KUNYANYIKAN KASIH SETIA TUHAN


media

KUNYANYIKAN KASIH SETIA TUHAN
Mazmur 89:2-19

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. (Mzm. 89:2)

Kita sering melihat tulisan “PUSH” di pintu, artinya dorong. Untuk masuk ke dalam ruangan dibalik pintu itu, maka kita mesti mendorong pintu. Dalam hal kerohanian, kita juga mesti mendorong diri untuk maju dan masuk dalam hidup yang lebih dekat dengan Allah.

Hidup rohani tidak otomatis baik, harus dilatih melalui hidup yang selalu dekat dengan Allah. Allah yang setia akan kita jumpai dalam relasi yang setia kepada-Nya. Kasih setia TUHAN tidak pernah berubah dalam hidup kita, sekalipun ada banyak yang menjadi pertanyaan dalam menjalani hidup ini. Pemazmur mengalami berbagai hal dalam hidupnya, membuatnya bertanya-tanya, namun ia tidak ragu akan kasih setia Tuhan. Pemazmur percaya dan takjub karena kesetiaan Tuhan selalu hadir di sekeliling-Nya dan berjalan di depan-Nya (ay. 9, 15). Kesetiaan Tuhan memukau pemazmur sehingga ia menyanyikannya.

Menyanyikan kasih setia Tuhan bukanlah baru dilakukan di akhir perjalanan hidup, atau ketika hidup aman, melainkan terus-menerus dilakukan di sepanjang perjalanan dan perjuangan hidup setiap orang percaya. Thomas Merton berkata, “Kita tidak mengalami pertumbuhan karena kita memiliki keinginan tapi tidak memiliki kesetiaan.” Hidup beriman sering kali dijalani dengan pemikiran tentang Allah yang setia, tetapi tidak menunjukkan kesetiaan untuk bergantung pada kasih setia Tuhan. Meyakini kesetiaan Tuhan, diwujudkan dalam hidup yang setia kepada Allah.

DOA:

Tuhan Yesus ajarlah saya untuk setia bergantung pada kasih setia-Mu yang tidak pernah berubah oleh waktu. Amin.

Mzm. 89:2-19; 2Taw. 34:22-33; Ibr. 11:17-28

Latest ARTICLE