21 March 2018 / Renungan Harian

Laborare Est Orare


media

Laborare Est Orare
Hagai 2:1b-10

Bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam ….” (Hag. 2:5)

Laborare est orare. Kalimat Latin itu berarti bekerja adalah berdoa. Itulah penghayatan iman yang memaknai setiap kerja sebagai doa. Doa tidak hanya terjadi dalam ruang dan waktu khusus, tetapi berlangsung di dalam aktivitas hidup yang dijalani. Bekerja dengan demikian menjadi mezbah doa dan wujud ibadah kepada Tuhan.

Hagai menyampaikan pesan Tuhan untuk membangun kembali Bait Allah yang telah porak-poranda. Umat Tuhan tidak boleh tawar hati lalu membiarkan pembangunan Bait Allah terbengkalai. Bait Allah adalah simbol kehadiran Allah, sekaligus simbol dari kebangkitan Yehuda pasca-pembuangan. Karena itu, mereka mesti bergiat untuk membangun kembali kehidupan mereka dan Bait Allah yang telah runtuh. Pemerintah, pemimpin agama, dan seluruh rakyat harus bersatu untuk membangun. Allah akan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan mereka. “Bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu,” demikian janji Tuhan kepada bangsa Yehuda.

Janji yang sama juga berlaku bagi kita hari ini sebab Dialah Sang Imanuel. Firman Tuhan juga menyebutkan bahwa hidup kita adalah bait Allah itu sendiri. Maka, bagaimana pun kondisinya saat ini, hidup kita harus dibangun. Bekerja guna membangun hidup adalah doa kita. Laborare est orare. Dengan bekerja, Allah akan menyatakan kasih, penyertaan, dan berkat-Nya.



REFLEKSI
:
Bekerja dengan tekun dalam kasih dan perlindungan Tuhan adalah untaian doa yang indah di mezbah doa.

Mzm. 119:9-16; Hag. 2:2-10, 21-24; Yoh. 12:34-50

Latest ARTICLE