01 January 2018 / Renungan Harian

Langit dan Bumi Baru


media

Langit dan Bumi Baru

Wahyu 21:1-6a

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yg baru... (Why. 21:1) 

"Selamat tahun baru!" Pastilah kalimat ini yang paling banyak kita dengar dan ucapkan hari ini. Ada berbagai cara orang merayakan tahun baru. Ada yang memilih berlibur bersama keluarga. Ada yang mengadakan pesta kecil sambil reuni dengan keluarga besar. Ada pula yang menggunakan kesempatan ini untuk merenungkan kebaikan Tuhan di tahun lalu sambil memohon penyertaan-Nya di tahun baru ini.

Bacaan kita hari ini berkaitan dengan kata "baru". "Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru..." (Why. 21:1). Di tengah penderitaan para pengikut Tuhan, Yohanes mendapat visi tentang kehidupan yang baru. Tidak ada lagi "laut" - lambang yang biasa menunjuk kepada sumber kekacauan. Yang ada hanyalah kedamaian sebab Yerusalem Baru hadir di tengah-tengah manusia. Allah berkenan hadir di antara umat manusia. Itulah surga, tidak ada lagi pemisah antara manusia dengan Allah.

Kata "baru" lebih menunjuk kepada perubahan kualitas. "Bumi baru" menandakan umat manusia yang tidak lagi dikuasai dosa, penyebab penderitaan dan maut. "Langit baru" pertanda tidak ada lagi penghalang komunikasi umat dengan Allah. Penghuni Yerusalem Baru itu adalah umat yang setia kepada Kristus dan firman-Nya. Dengan visi langit, bumi, dan Yerusalem yang baru itu, marilah kita menjadi manusia ciptaan baru! 

 


Refleksi:

Umat Tuhan terpanggil untuk hidup sesuai dengan visi langit dan bumi baru.

 

Pkh. 3:1-13; Mzm. 8; Why. 21:1-6a; Mat. 25:31-46

Latest ARTICLE