19 August 2018 / Renungan Harian

Makan dan Minum Untuk Hidup


media

Makan dan Minum Untuk Hidup
Yohanes 6:51-58

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” (Yoh. 6:53)

Kita pasti pernah mendengar ungkapan “Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.” Ungkapan ini menggambarkan betapa pentingnya fungsi makanan untuk membuat manusia bertahan hidup. Pada saat yang sama kita diajak waspada bahwa orientasi hidup manusia bukan hanya untuk makan saja.

Pernyataan Yesus sebagai Sang Roti Hidup, diterima oleh para pendengar yang memahami adanya tradisi m

Pdt. Izack Sipasulta dan Tim Redaksi WASIATempersembahkan korban kepada dewa. Dalam tradisi itu, daging yang tidak terbakar habis, dimakan bersama dan diyakini bahwa dewa telah masuk ke daging itu. Jadi ketika mereka makan daging itu, mereka telah diisi oleh dewa yang mereka sembah. Yesus menyapa pendengar-Nya dengan hal yang sangat mereka pahami kala itu, bahwa makan daging dan minum darah Yesus itu berarti terjadi persekutuan yang utuh yang mana pikiran kita, hati kita, jiwa kita bahkan seluruh hidup kita dihidupi oleh hidup Yesus sendiri. Yesus sungguh ada dalam hidup kita dan kita ada di dalam Yesus. Ketika kita mengalami persekutuan yang utuh dengan “makan daging Kristus dan minum darah-Nya,” maka hidup kita akan memiliki daya hidup sebab hidup kita dihidupi oleh hidup Yesus sendiri.

Percaya kepada Yesus sebagai Sang Roti Hidup itu berarti mengalami persekutuan yang utuh. Kita mengalami Yesus yang hadir dalam seluruh keberadaan diri kita dan memberi daya hidup. Maka, “makan dan minumlah Dia” supaya kita benar-benar hidup.


DOA:
Tuhan, aku rindu Engkau sungguh hidup di dalam seluruh keberadaanku, supaya aku pun ada di dalam diri-Mu. Amin.

Ams. 9:1-6; Mzm. 34:10-15; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58

Latest ARTICLE