30 November 2019 / Renungan Harian

MAKNA DERITA


media

Matius 24:1-22

“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!” (Mat. 24:4)

 

Seorang Filsuf dan juga Psikolog, Viktor E. Frankl, penemu Logoterapi (terapi makna) sering mengajukan pertanyaan kepada para pasiennya, “Mengapa Anda tidak bunuh diri saja?” Saat banyak penderitaan terjadi dalam hidup dan seolah tiada jalan keluar dari setiap permasalahan, mengapa tidak bunuh diri saja? Apa yang menyebabkan seseorang mau tetap hidup dan bertahan? Apa atau siapa yang menjadi alasan sehingga seseorang tidak mau bunuh diri? Alasan seseorang tidak bunuh diri ada banyak. Bisa karena mencintai anak-anaknya; ada bakat yang bisa dimanfaatkan; memiliki kenangan yang layak dilestarikan; ada tugas yang menanti untuk diselesaikan; orang-orang dan keluarga yang menunggu di rumah; dan mencintai kehidupan. Intinya adalah adanya makna hidup yang mendalam.

Ketika para murid memuja kehebatan Bait Allah, Yesus mengatakan tentang tragedi penghancuran Yerusalem dan penderitaan yang akan dialami pengikut-Nya. Penderitaan karena penghancuran itu merupakan permulaan dari penderitaan yang lebih berat. Para murid akan mengalami banyak penderitaan. Diancam oleh ajaran yang mengecoh yang menjauhkan dari penantian kedatangan-Nya. Karena itu, Yesus memberi makna mendalam tentang penderitaan untuk menyiapkan para murid-Nya untuk dapat menghadapi penderitaan.

Makna mendalam hidup bersama Kristus dapat menjadi alasan bagi kita untuk mau tetap hidup dan berpengharapan, sekalipun menderita, sebab Kristus beserta kita.

REFLEKSI: Bagaimana Anda menghadapi penderitaan dan makna apa yang Anda dapatkan saat Anda menghadapinya bersama Kristus.

Mzm. 122; Kej. 6:11-22; Mat. 24:1-22

 

Latest ARTICLE