09 August 2017 / Renungan Harian

Manna


media

Manna

Keluaran 16:2-15, 31-35

Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu. (Kel. 16:31)

Ada orang yang menjelaskan bahwa manna adalah semacam cairan yang dihasilkan oleh serangga yang hidup di pohon tamaris. Cairan itu jatuh ke tanah dan menjadi keras karena pengaruh udara pada malam hari.

Kisah Keluaran hendak mengungkapkan bahwa Allah selalu penuh perhatian kepada umat-Nya. Ia selalu memberikan apa yang menjadi kebutuhan umat-Nya, termasuk menyediakan manna ketika umat harus melintasi padang gurun. Namun, sekalipun Allah selalu menyertai perjalanan umat Israel, mereka tetap bersungut-sungut. Mereka berkata kepada Musa dan Harun: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." (ay. 3). Dengan berkata seperti itu, sesungguhnya mereka telah memberontak kepada Tuhan dan menolak pembebasan dari Mesir. Oleh karena itu, Musa harus mengingatkan mereka bahwa Tuhan telah menolong dan merawat kehidupan mereka begitu rupa (ay. 6-7).

Kisah ini hendak mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu memperhatikan kehidupan umat-Nya. Dalam perjalanan kehidupan kita, Tuhan juga berkenan menghadirkan "manna" supaya kita dapat melintasi "padang gurun" kehidupan dengan berkat dan kekuatan dari Tuhan.

 


 Doa:

Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu memperhatikan kami dan memberikan "manna" yang kami perlukan. Amin.

 

Mzm. 78:1-8, 17-29; Kel. 16:2-15, 31-35; Mat. 15:32-39

Latest ARTICLE