17 April 2017 / Renungan Harian

Manusia Baru


media

Manusia Baru

Kolose 3:5-11

...dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat... (Kol. 3:11)

Ketakutan juga bisa bersumber dari kecurigaan, misalnya kecurigaan terhadap mereka yang berbeda keyakinan, suku, dan status sosial. Kecurigaan tidak akan pernah bisa memperjumpakan. Kecurigaan menyuburkan ketakutan.

Peristiwa kebangkitan Kristus adalah energi yang membarui setiap orang. Energi itu mendorong perubahan hidup secara menyeluruh sehingga dapat dikatakan menjadi "manusia baru". Manusia baru adalah manusia yang terus menerus dibarui menuju kesempurnaan. Proses pembaruan itu mengembalikan citra diri manusia sebagai ciptaan Allah yang segambar dengan-Nya. Proses itu mematikan segala sesuatu yang duniawi. Artinya, segala sesuatu yang duniawi tidak lagi memiliki kekuatan; mereka masih ada tetapi tidak lagi berkuasa untuk mempengaruhi. Perilaku yang terwujud dari proses itu misalnya: tidak lagi memaki, mendustai, dan melukai sesama. Ketika kita hidup dalam kecurigaan satu sama lain, kita masih menjadi manusia lama karena kita menempatkan orang lain sebagai musuh atau lawan.

Paulus ingin jemaat-Nya hidup dalam kesadaran bahwa Kristus mempersatukan. Kristus menempatkan semua orang sama di hadapan-Nya. Kita adalah "manusia baru" ketika kita tidak lagi menempatkan orang lain sebagai lawan atau musuh. "Manusia baru" mengelola perbedaan dalam ikatan kasih karunia-Nya.

 


Doa:

Tuhan, mampukan kami hidup dalam ikatan kasih-Mu yang membarui kami dari waktu ke waktu. Amin.

 

Mzm. 118:1-2, 14-24; Kel. 14:10-31; 15:20-21; Kol. 3:5-11

Latest ARTICLE