06 August 2018 / Renungan Harian

Manusia Lama


media
Manusia Lama
Efesus 4:17-24
 
“… supaya kamu dibarui di dalam roh dan pikiranmu ….” (Ef. 4:23)
Masyarakat modern sangat sulit dipisahkan dengan gawai atau gadget. Apa itu gawai? Gawai adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Lalu apa bedanya dengan perangkat elektronik lainnya? Mengapa telepon rumah dan komputer desktop yang sama-sama perangkat elektronik tidak termasuk gawai? Yang membedakan adalah adanya unsur pembaruan. Artinya, dari hari ke hari gawai selalu menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia lebih praktis. Jangan harap sebuah produk gawai diminati kalau ia tidak terus-menerus diperbarui.
Unsur kebaruan menuntut adanya kreativitas dan kerja keras, tanpa itu tidak mungkin tercipta hasil yang memuaskan. Sesuatu dikatakan baru kalau ada unsur-unsur yang berubah. Tentu perubahan itu menuju kepada arah yang lebih praktis, baik dan berguna.
Paulus menganggap pembaruan hidup orang percaya itu penting dan mutlak. Sebab tidak ada gunanya seseorang mengaku mengikut Kristus kalau cara hidup lama terus dipertahankan. Kalau begitu apa bedanya dengan mereka yang tidak mengenal Allah? Lalu pembaruan yang seperti apa? Pembaruan itu harus dimulai dalam “roh dan pikiranmu!” kata Paulus (ay. 23). Selanjutnya akan berdampak pada akal budi, tutur kata, sikap dan perilaku kita. Jika pembaruan itu tidak terjadi, meski kita dilahirkan dari keluarga Kristen, dibaptis sejak kecil tetap saja pada hakikatnya kita adalah “manusia lama.”
DOA:
Ya Bapa, mampukan kami untuk berani menanggalkan manusia lama dan kini menjadi manusia baru di dalam Kristus. Amin!
 
Mzm. 107:1-3, 33-43; Bil. 11:16-23, 31-32; Ef. 4:17-24

Latest ARTICLE