18 March 2017 / Renungan Harian

Masa dan Meriba


media

Masa dan Meriba

Mazmur 95

Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun... (Mzm.95:8)

Mazmur 95 merupakan ajakan kepada umat Israel untuk menghormati dan menaati Tuhan. Mengapa? Karena "Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya" (Mzm.95:7). Memahami diri sebagai milik Allah seharusnya membuat mereka percaya bahwa Allah akan selalu memelihara mereka. Pemazmur memperlihatkan kisah di Masa dan Meriba sebagai contoh. Nenek moyang mereka protes keras kepada Musa karena mereka tidak menemukan air untuk diminum. Lalu, apa gunanya manna dan burung puyuh tanpa air sedikit pun? Tentunya, orang bisa menahan lapar barang beberapa hari, tetapi perkara haus, siapa yang bisa tahan?

Ketiadaan air menyebabkan umat Israel lupa segala keajaiban yang mereka telah terima. Mereka mempertanyakan keberadaan Tuhan: "Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?" (Kel.17:7).

Kita bisa melihat begitu mudahnya keyakinan berubah. Namun, kita mungkin juga sering bersikap seperti umat Israel. Ketika sakit tiada kunjung sembuh, ketika kesulitan hidup makin menekan, ketika masalah silih berganti muncul, ketika harapan seolah jauh panggang dari api, mungkin kita masih percaya bahwa Allah ada, tetapi kita pun tergoda untuk menganggap Allah sudah tidak lagi peduli. Pada titik ini agaknya kita perlu menyanyikan kembali Kidung Jemaat 406:3 "Dan bila tak kurasa kuasa-Mu, Engkau senantiasa di sampingku". Allah ada sekalipun kita tidak merasakannya.

 


Refleksi:

Allah ada meski kita mungkin tidak merasakan-Nya.

 

Mzm.95; Kel.16:27-35; Yoh.4:1-6

Latest ARTICLE