01 April 2017 / Renungan Harian

Masihkah Ada Harapan


media

Masihkah Ada Harapan?

Yehezkiel 36:8-15

"Maka kamu, gunung-gunung Israel, akan bertunas kembali dan akan memberi buah untuk umat-Ku Israel, sebab mereka akan segera kembali." (Yeh.36:8)

Menjelang akhir 2015, kondisi perekonomian Indonesia sempat mengalami gejolak. Nilai tukar rupiah merosot hingga mencapai titik yang mengkhawatirkan. Bayangan krisis moneter 1998 menghantui. Tidak sedikit orang yang menyalahkan pemerintah atas situasi itu. Namun, tidak sedikit pula orang yang bertahan dan memiliki pengharapan akan terjadinya perubahan.

Harapan akan pembaharuan diserukan Yehezkiel di tengah pergumulan bangsanya. Ia yakin bahwa Allah akan bertindak memulihkan gunung-gunung Israel. Gunung kerap menjadi simbol eksistensi sebuah bangsa, sumber berkat dan kehidupan umat. Pembaharuan dimulai ketika Israel kembali menempati gunung-gunungnya yang memberi mereka kehidupan setelah sebelumnya Allah murka terhadap alam dan perilaku mereka. Dalam nubuatan itu, hubungan antara Allah, manusia, dan alam dipulihkan kembali (ay.8-9). Inisiatif pemulihan itu berasal dari Allah sendiri. Allah berfirman agar umat percaya dan berbalik kepada-Nya. Ia adalah Allah yang teramat mengasihi ciptaan-Nya. Ia adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya.

Krisis dapat menjadikan kita bersikap apatis, putus asa, dan tidak percaya lagi akan kuasa Allah dalam hidup kita. Namun, bila kita terus memiliki pengharapan bahwa krisis akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik, maka pemulihan bukanlah sesuatu hal yang mustahil terjadi.

 


Doa:

Tuhan, Engkaulah sumber kehidupan kami, kepada-Mu kami memohon kekuatan dan perlindungan. Amin.

 

Mzm.130; Yeh.36:8-15; Luk.24:44-53

Latest ARTICLE