27 May 2017 / Renungan Harian

Mati dalam Dosa


media

Mati dalam Dosa

Yohanes 8:21-30

"... kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." (Yoh. 8:24)

Orang Yahudi pada saat itu sedang menantikan kedatangan Mesias. Meskipun hidup dan karya Yesus dengan jelas menunjukkan tanda-tanda bahwa diri-Nya adalah Sang Mesias, mereka tidak mengenali Sang Mesias sejati itu. Hal itu karena ketegartengkukan dan kedegilan hati mereka yang tidak mau merendahkan diri untuk percaya kepada Yesus. Mereka benar-benar berasal "dari bawah" atau "dari dunia". Oleh karena itu, mereka tidak dapat mengenali Yesus yang berasal "dari atas" atau "dari Surga". Akibatnya, mereka akan mati dalam dosa sebab mereka tidak percaya kepada Yesus yang adalah Allah sendiri.

Ungkapan "Akulah Dia" (ay. 24) adalah bentuk pernyataan yang biasa dipakai Allah dalam menyatakan diri-Nya di zaman Perjanjian Lama. Ungkapan itu seharusnya mudah ditangkap oleh orang Yahudi dalam mengenali indentitas Yesus. Namun, mereka tetap tidak percaya kepada Yesus. Ketidakpercayaan itu menjadikan mereka "mati" karena mereka tidak terhubung dengan Allah. Mereka tidak mengenal Allah. Situasi yang demikian itulah yang disebut dengan mati rohani. Tidak percaya kepada Yesus yang adalah Allah berarti mati dalam dosa ketidakpercayaan.

Dari semula Yohanes sudah mengatakan bahwa Yesus adalah Allah (Yoh. 1:1-3). Jika orang tidak percaya kepada Yesus, maka ia "mati" karena tidak terhubung dengan Allah, Sang Sumber Hidup.

 


Refleksi:

Percayalah kepada Yesus maka kita tidak akan mati dalam dosa.

 

Mzm. 93; 2Raj. 2:13-15; Yoh. 8:21-30

Latest ARTICLE