26 May 2019 / Renungan Harian

MELAKUKAN APA YANG IA KATAKAN


media

Yohanes 14:23-29

“… tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu ….” (Yoh. 14:26)

Banyak orang Kristen yang bertanya-tanya bagaimana caranya untuk bisa mengetahui kehendak Allah supaya tidak salah melangkah. Lebih banyak lagi orang Kristen yang tetap melakukan apa yang salah, meskipun mereka tahu bahwa apa yang dilakukannya adalah salah.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kehendak Allah memang sulit diketahui? Apa mungkin, sebenarnya kita sudah mengetahuinya, namun kita tidak mau mematuhinya? Dietrich Bonhoeffer pernah mengeluh tentang orang-orang Kristen. Menurutnya, persoalan utama dalam kehidupan orang-orang Kristen adalah persoalan ketaatan. Itu sebabnya Bonhoeffer pernah mengatakan bahwa salah satu tugas utama seorang pendeta adalah untuk memegang tanduk “banteng-banteng liar” yang tidak mau taat, dan kemudian menundukkannya di hadapan Kristus.

Yesus tentu mengetahui bahwa hal-hal demikian akan menjadi persoalan di antara kita, murid-murid-Nya, setelah Ia naik ke surga. Itu sebabnya Ia menjanjikan bahwa kita tidak akan pernah hidup sendirian di dunia ini tanpa petunjuk. Allah Bapa pasti akan mengutus Roh-Nya untuk membimbing kita. Roh Allah itu akan berdiam di dalam hati kita untuk terus mengingatkan kita pada perintah dan ajaran Kristus. Maka jelas, masalahnya bukan karena kita tidak tahu kehendak Allah, tetapi kita tidak mau melakukan apa yang Ia katakan.

REFLEKSI: Ada perbedaan besar antara tidak tahu dan tidak mau. Sering kali masalah kita bukanlah dengan yang pertama, tetapi yang kedua.

Kis. 16:9-15; Mzm. 67; Why. 21:10, 22—22:5; Yoh. 14:23-29

Latest ARTICLE