07 January 2018 / Renungan Harian

Memaknai Baptisan


media

Memaknai Baptisan

Markus 1:4-11

"Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mu lah Aku berkenan." (Mrk. 1:11)

Seruan Yohanes Pembaptis di padang gurun sangat gamblang, "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu" (ay. 14). Namun, kemudian datanglah Yesus dan dibaptis oleh Yohanes. Maka kita pun bertanya-tanya, "Apakah Yesus termasuk orang berdosa sehingga Ia perlu dibaptis oleh Yohanes?"

Yesus bukanlah orang berdosa. Yohanes tahu siapa Yesus sehingga ia sempat menolak untuk membaptis-Nya (Mat. 3:13-17). Namun, Yesus menjelaskan bahwa hal itu terjadi dalam rangka ketaatan-Nya kepada Allah. Yesus yang tidak berdosa menyamakan diri dengan para pendosa yang memohon rahmat dan belas kasihan Allah. Baptisan Yesus juga merupakan pertanda bahwa kelak Ia akan mengalami penderitaan di kayu salib untuk menebus dosa manusia.

Baptisan Yesus berbeda dengan baptisan semua orang berdosa. Ketika Yesus dibaptis, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari Surga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Mulah Aku berkenan" (ay. 11). Di dalam baptisan Yesus, ada penyataan Allah bahwa Ia berkenan kepada Yesus.

Baptisan yang dilayankan gereja adalah ritual suci yang melaluinya kita menyatakan komitmen kita untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah sehingga Allah berkenan menyertai kita.

 


Refleksi:

Dalam sakramen baptisan mestinya terjadi komitmen ketaatan kepada Allah.

 

Kej. 1:1-5; Mzm. 29; Kis. 19:1-7; Mrk. 1:4-11

Latest ARTICLE