27 August 2018 / Renungan Harian

Membangun Relasi Dengan Kasih


media

Membangun Relasi Dengan Kasih
Mazmur 119:97-104

Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mzm. 119:97)

Relasi yang berlangsung atas dasar cinta kasih selalu mengambil bentuk keakraban, kedekatan dan kerinduan melakukan yang terbaik kepada pribadi atau benda yang kita cintai. Sebaliknya, hubungan yang dilandaskan kebencian dan ketidaksukaan selalu mengambil bentuk relasi yang enggan bertemu, hubungan yang tidak akrab dan enggan melakukan yang terbaik dengan pribadi atau benda yang tidak kita sukai.

Relasi cinta kasih antara pemazmur dengan Tuhan diungkapkannya ketika ia berkata, “Betapa kucintai Taurat-Mu!” Relasi yang didasarkan cintanya kepada Tuhan, membuat ia selalu ingin bertemu dengan Tuhan dengan cara merenungkan firman-Nya sepanjang hari. Dan hasil dari renungannya tentang firman Tuhan yang dihayatinya, membuat cara hidupnya pun berbeda. Ia lebih bijaksana dalam hidup, lebih berakal budi, lebih mengerti dan memahami orang lain. Artinya, relasi cinta kasih yang dijalin pemazmur dengan Tuhan juga mengambil bentuk relasinya yang baik dengan orang-orang lain.

Saat ini, menjalin relasi berdasarkan cinta kasih menjadi penting untuk kita hidupi dengan siapa saja dan dengan apa saja agar kehidupan yang kita jalani terawat dengan baik. Keluarga yang bermasalah perlu dirawat dengan relasi cinta kasih, masyarakat yang terpecah dan terbelah perlu dipulihkan dengan relasi cinta kasih. Relasi kita dengan alam pun perlu dijalin dengan cinta kasih terlebih ketika ia sudah rusak karena keserakahan.


DOA:
Tuhan cinta kasih-Mu yang mendasari aku untuk mencintai. Amin!

Mzm. 119:97-104; Neh. 9:1-15; Ef. 5:21—6:9

Latest ARTICLE