16 October 2017 / Renungan Harian

Membenci Pakaian


media

Membenci Pakaian?

Yudas 1:17-25

...dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. (Yud. 1:23)

Pakaian mencerminkan banyak hal tentang pemakainya. Orang di kota punya gaya berpakaian berbeda dengan mereka yang tinggal di desa. Masyarakat yang tinggal dekat pantai akan berpakaian berbeda dari mereka yang tinggal di pegunungan. Pakaian biasanya harus memenuhi fungsi kenyamanan, kepraktisan, dan keindahan bagi pemakainya.

Namun, pakaian juga dapat digunakan sebagai alat manipulasi untuk mendapatkan keinginan. Seorang pemuda urakan akan tampil serapi mungkin di hadapan calon mertuanya. Seorang yang kaya raya bisa saja tampil sesederhana mungkin demi mendapat potongan biaya masuk sekolah anaknya. Di pinggir jalan, pelaku prostitusi berpakaian minim untuk menarik perhatian para hidung belang.

Pakaian bisa dimanfaatkan untuk memanipulasi orang lain atau mendapat "keinginan-keinginan dosa". Itulah yang menjadi teguran firman Tuhan dalam Yudas 1:23. Pakaian hanyalah benda mati. Kita tidak dapat menyalahkan pakaian apalagi membencinya. Namun, niat dan tujuan kita saat memilih pakaian, itulah yang menentukan siapa diri kita: apakah kita orang benar atau tidak.

Apakah kita menjadikan pakaian sebagai "kail dan umpan" untuk memancing hal yang kita inginkan? Bencilah pakaian yang dikenakan untuk mendapat keinginan-keinginan dosa! Usahakanlah agar apa yang kita kenakan mencerminkan hidup kita di dalam Kristus!

 


Doa:

Tuhan, kami ingin bijak dan tulus dalam berpakaian. Amin.

 

Mzm. 34; Kel. 19:7-20; Yud. 1:17-25

Latest ARTICLE