09 January 2019 / Renungan Harian

Memberkati, Bukan Mengutuk


media

Memberkati, Bukan Mengutuk
Bilangan 24:15-19

"… tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab …." (Bil. 24:17)

Sangat mungkin kita punya musuh, atau setidaknya orang yang tidak kita sukai. Sedikit saja orang yang mau dengan tulus berdoa buat orang yang dibencinya. Alih-alih meminta berkat, yang ada berharap agar kemalangan menimpa orang yang dibencinya itu.

Bileam bin Beor seorang yang dianggap ucapannya manjur, diminta oleh Balak bin Zipor, raja Moab untuk mengutuk orang Israel. Namun, rupanya sejak awal Bileam sudah mengetahui bahwa Allah tidak menghendaki ia mengutuki umat-Nya. Bileam tak kuasa berhadapan dengan kedaulatan Allah. Alih-alih kutuk yang terucap malah berkali-kali berkat keluar dari mulutnya. Kutuk itu sekarang malah berbalik kepada orang yang mengharapkan kehancuran Israel. Bileam bahkan menubuatkan kehancuran akan terjadi pada musuh-musuh umat Allah termasuk Moab. Ia berkata, “… tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab …” (Bil. 24:17).

Sangat mudah bagi kita untuk mengucapkan kutuk dan mendoakan hal yang tidak baik supaya terjadi kepada orang yang tidak kita sukai. Belajar dari sanjak Bileam bin Beor hari ini, bisa saja kutuk dan doa yang tidak baik itu berbalik kepada kita. Jadi, walaupun sedang muak kepada seseorang adalah lebih baik berlatih memohon kebaikan atau berkat bagi orang itu. Tidak mudah, tapi seperti itulah setidaknya yang diinginkan Tuhan, “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” (Rm. 12:14).


 

REFLEKSI:

Lebih bagus mengucapkan berkat ketimbang mengutuki orang.

Mzm. 72; Bil. 24:15-19; Luk. 1:67-79

Latest ARTICLE