14 April 2017 / Renungan Harian

Memilih Hidup


media

Memilih Hidup

Ibrani 10:16-25

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. (Ibr. 10:24)

Manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak bisa hidup sendiri. Ia selalu hidup dalam keterhubungan dengan orang lain. Namun, hubungan tersebut sering kali terdistorsi oleh ketidakpedulian dan kebencian yang memberangus nilai hakiki kemanusiaan.

Salib merupakan lambang pengampunan dan rekonsiliasi antara Allah dengan manusia. Dosa yang adalah sekat pemisah antara Allah dan manusia diganti dengan jembatan pengampunan yang menghubungkan. Allah mengembalikan kemanusiaan manusia kepada hakikatnya, yaitu segambar dengan-Nya. Yesus membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita (ay. 20). Ia memilih kehidupan meski harus mengalami penderitaan. Ia merangkul semua orang untuk diperdamaikan dengan Allah dan mereka semua beroleh hidup.  Hidup yang bagaimana yang dikehendaki Kristus? Tentu saja hidup yang dirayakan melalui sikap saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik (ay. 24).

Yang patut menjadi fokus kita ialah bagaimana tindakan kasih itu bisa nyata di tengah-tengah komunitas. Tindakan kasih mewujud dalam sikap saling menasihati satu sama lain sehingga tercipta komunitas yang sehat dimana pertumbuhan iman yang utuh dimungkinkan terjadi. Kita satu sama lain terhubung oleh kasih-Nya. Gereja adalah komunitas hidup yang didasari tindakan saling memperhatikan satu dengan yang lain dalam kasih.

 


Doa:

Tuhan, kami bersyukur karena kami berharga di mata-Mu. Karena itu, tolong kami untuk hidup berdasarkan kasih-Mu. Amin.

 

Yes. 52:13 - 53:12; Mzm. 22; Ibr. 10:16-25; Yoh. 18:1 - 19:42

Latest ARTICLE